Bali Sebagai Destinasi Pariwisata Siap Bersaing di Era Global

Pulau Bali sering di sebut dengan Pulau seribu Pura yang memiliki keindahan alam, kebudayaan yang kas dan masyarakatnya yang ramah, Bali adalah pulau di Indonesia bagian tengah yang terkenal sebagai tempat wisata yang indah. Berbagai wisatawan dari seluruh penjuru dunia mengagumi keindahan Bali dan berbondong-bondong datang ke Bali dan hingga membuat mereka tak ingin balik ke asalnya.

Bali merupakan pulau kecil tapi sangat popular sebagai destinasi wisata di mata dunia, di balik kepopuleran Pulau Dewata sebagai destinasi wisata, ternyata terdapat lima prestasi terbaik Pulau Bali di mata dunia internasional, yang pertama Menjadi destinasi pelesir pilihan orang Tiongkok kenapa demikian Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menyebut terdapat sebanyak 5,7 juta wisatawan mancanegara (wisman) tercatat berpelesir di Bali sepanjang periode tahun 2017. Dari jumlah itu, wisman yang terbanyak berlibur di Bali datang dari negeri Tiongkok dengan 1,4 juta jiwa disusul Australia dengan 1 juta jiwa, kemudian India dengan 264 ribu jiwa dan Jepang yang menyumbang sekitar 250 ribu jiwa. Sisanya berturut-turut datang dari benua Eropa yang antara lain Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan Jerman.

Yang kedua Ubud, kota favorit para digital nomad sedunia. Kota Ubud baru saja dinobatkan sebagai lokasi paling favorit bagi para digital nomad bekerja, menggusur Chiang Mai, Thailand. Ubud terpilih sebagai yang terbaik lantaran memiliki vila dengan pemandangan alam nan indah. Ubud juga dikenal memiliki menu makanan vegetarian yang bervariasi. Ada kelas yoga di mana-mana, dan tentunya budaya sekaligus orang-orang Bali yang ramah. Belum pernah dengar tentang digital nomad? Itu adalah sebutan untuk orang-orang yang berusaha atau bekerja lintas negara tanpa terikat rutinitas kehadiran di kantornya masing-masing. Jadi, semacam pengusaha atau freelancer yang memonitor pekerjaan mereka via jaringan internet. Catatan, para digital nomad tidak tinggal di satu kota dalam jangka waktu yang lama alias seperlunya saja. Misalnya, ada orang digital nomad asal Korea Selatan yang sedang bekerja lepas di Ubud. Setelah selesai dengan pekerjaannya, dia kembali ke negaranya. Kalau dapat pekerjaan lagi, boleh jadi dia kembali ke Ubud.

Ketiga Bali memiliki dua hotel paling mewah sedunia. Situs liburan tersohor sedunia Trip Advisor baru saja merilis 25 hotel paling mewah sedunia. Kabar menariknya, dua di antaranya berada di Indonesia. Lebih unik lagi, keduanya terletak di Kota Ubud, Bali. Dua hotel mewah itu berturut-turut menempati posisi 15 dan 16. Mereka adalah Hotel Mandapa a Ritz-Carlton Reserve dan Komaneka at Tanggayuda. Trip Advisor menulis untuk Hotel Mandapa, “Luar biasa. Segala sesuatu yang kita harapkan bisa diurus bahkan sebelum kita memikirkannya.” Kemudian untuk Hotel Komaneka, “Tidak ada duanya. One of a kind hotel.” Tarif menginap per malam di kedua hotel mewah di Ubud itu rata-rata Rp4,6 juta – Rp8,4 juta. Coba deh kamu menginap di sana.

Keempat Subak dinobatkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Sistem pengairan tradisional Subak, diakui oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB atau UNESCO sebagai warisan dunia (world heritage) pada sidang di Saint Petersburg, Rusia tahun 2012 silam. Subak diakui lantaran filosofi Tri Hita Karana yang telah menjadi kearifan lokal. Tri Hita Karana mengedepankan keseimbangan atau harmonisasi antara Tuhan, manusia dan alam. Cara kerja subak ini bergantung penuh pada bagaimana aliran air bisa mencakup keseluruhan bidang sawah. Yang menjadi luar biasa tentang subak ini adalah, para petani merundingkan atau bermusyawarah terlebih dahulu bagaimana cara mereka mengerjakan sebuah lahan. Itu artinya, bagaimana cara areal persawahan dialiri air, seberapa banyak dan seberapa lama, termasuk penanganan saat bencana seperti kemarau panjang. Setelah itu, mereka bergotong royong bekerja mewujudkannya. Mantap kan? Pantas kalau subak diganjar dengan predikat Warisan Dunia oleh UNESCO.

Dan ke lima Dinobatkan sebagai pulau terbaik sedunia, Prestasi Pulau Dewata Bali tak berhenti di sana. Pada bulan Juli lalu, majalah pelesir populer Travel and Leisure memilih 15 pulau terbaik di dunia. Yang menarik, tiga posisi paling atas datang dari Indonesia. Pulau Bali diberi skor 94.06 yang menempati posisi kedua di bawah Pulau Jawa dengan skor 95.28. Di bawah Bali terdapat Pulau Lombok dengan skor 93.88. Ketiga pulau nusantara itu, termasuk Bali tentunya, mengalahkan pulau-pulau terkenal lain macam Maladewa, Maui di Hawai dan Cook Island, Australia. Luar biasa bukan prestasi pulau-pulau di Indonesia? Itulah lima daftar prestasi Pulau Bali di mata dunia internasional. Maka dengan berbagai macam prestasi yang di dapat Bali membuat bali siap bersaing di Era Global dan di Dunia

Bakery


Apabila diberi kesempatan untuk membuka bisnis,saya sangat ingin membuat bisnis Culinary Bakery. Selain karena saya suka memasak dari kecil,saya juga suka menata hidangan. Menurut saya bisnis ini memiliki prospek yang bagus karena rata-rata orang Indonesia menyukai kue sebagai dessert atau pemanis rasa. Dengan budaya yang setiap merayakan hari ulang tahun,wedding dan hari-hari indah yang berarti rata-rata akan menggunakan kue sebagai media menunjukan rasa kasihnya. Begitu pula saat valentine atau hari kasih sayang,sebagian besar orang merayakannya dengan chocolate,kue dan patissiere. Ini bukan mimpi yang terlalu besar tapi saya yakin hobi saya ini dapat menghasilkan sesuatu apabila ditekuni. 

Bakery merupakan bisnis yang tidak hanya menjual kue ulang tahun melainkan kue slice,kue kering,candy,chocolate dan puding.bnyak hal yang dapat dibuat apabila benar-benar menekuni bisnis ini. Penggemar bakery pun sangat beragam dari anak-anak- hingga orang tua. Rasa cake yang manis dengan tekstur yang lembut membuat tak ada yang bisa menolaknya. Adapun Roti yang memiliki jenis sangat beragam dari roti manis, roti sobek, roti sisir, bolu, roti asin, roti isi dan lainnya. Memang apabila disebut satu persatu roti kian banyak namanya. Menikmati sepotong roti memang bisa mengganjal perut ketika lapar. Tak heran roti menjadi makanan praktis yang siap disantap setiap saaat. Peminat roti yang terbilang besar menjadikan produk ini laris manis. Begitupun peluang bisnis bakery yang menjadi peluang bisnis tiada habis sepanjang masa. Dimana bisnis roti atau bakery terus tumbuh pesat. Meski usaha bakery bukan bisnis baru namun potensi bisnis ini sangat menggiurkan.

Selain itu, Pertumbuhan bisnis bakery yang begitu pesat dengan berbagai kreasi dan inovasi yang makin fresh. Produk bakery sangat beragam dan kini lebih inovatif sehingga jiwa inovatif penting Anda miliki agar mampu menciptakan produk baru yang lain dari yang lain. Bisnis bakery bisa Anda jalankan tanpa menggunakan modal besar. Bisnis bakery menjadi suatu pilihan bisnis makanan dari bahan adonan roti yang menjanjikan hingga banyak orang yang tertarik menekuni bisnis tersebut. Peluang usaha makanan dari bahan adonan roti yakni bakery masih terbuka lebar serta sangat menguntungkan oleh siapa saja.

Menurut saya Prospek dalam bisnis bakery dapat dikatakan sangat cemerlang dan menguntungkan. Dimana melalui bisnis bakery dapat mendatangkan keuntungan bombastis. Bisnis yang bergelut dengan olahan bakery memiliki prospek sangat bagus dalam jangka ke depan. Bisnis bakery yang sejak dahulu tumbuh hingga sekarang masih berkembang juga tak pernah sepi akan konsumen. Adapun beberapa strategi untuk memiliki bisnis bakery yang stabil dan sukses :

  1. Lokasi usaha yang strategis : Lokasi usaha yang strategis sangat mempengaruhi penghasilan. Dengan menentukan lokasi usaha,kita jg bisa menentukan pangsa pasar yang ingin dituju
  2. Produk yang enak memiliki cita rasa : dengan produk enak masyarakat pasti akan merasa nyaman dan ketagihan untuk membeli lagi.
  3. Pemasaran : pemasaran haruslah dilakukan agar masyarakat tau produk yang kita jual.
  4. Harga yang terjangkau : menentukan harga juga penting karena dengan harga yang terjangkau dan produk yang enak pasti menarik pelanggan untuk datang.
  5. Pelayanan : melakukan pelayanan ramah dan prima sehingga konsumen merasa nyaman dan akan kembali untuk membeli produk kita lagi. 
  6. Mengikuti jaman : masyarakat sekarang ini selalu suka dengan sesuai yang berbau trendy. Dengan melakukan pembaruan dan mengikuti jaman hal itu juga dapat menarik pelanggan.
  7. Inovatif dan kreatif : membuat kue yang kreatif dan inovatif sehingga konsumen tidak bosan dengan produk sama dan produk yang dimiliki beda dengan yang lain. 
  8. Kualitas produk : dengan kualitas produk yang baik,cita rasa enak dan harga terjangkau pastinya konsumen akan sangat puas untuk menjadi customer tetap

Beberapa hal tersebut dapat membantu untuk mewujudkan bisnis bakery yang stabil dan memiliki prospek panjang waktu kedepan. Kita juga harus mengimprove keahlian. Semakin banyak belajar, tentunya semakin besar kemungkinan sukses bisnis bakery akan dibuat karena semua berawal dari sebuah proses. Memang terbilang banyak dan menjamur, tapi jika Anda jalankan strateginya dengan benar, maka bisnis ini akan menghasilkan profit yang sesuai.

Revolusi 4.0 dan Pariwisata Indonesia

Seiring berjalannya waktu, Revolusi terus terjadi sesuai dengan tata hidup dan perubahan tingkah laku manusia yang semakin berkembang dari masa ke masa. Hal ini turut merubah pola pikir masyarakat dan mendorong terjadinya Revolusi Industri dengan teknologi manufaktur pada tren otomatisasi yang menanamkan teknologi cerdas untuk terhubung dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Perkembangan ini tentunya membawa dampak besar dalam dunia pariwisata di dunia maupun di Indonesia. Dengan berkembangnya suatu tatanan dan gaya hidup masyarakat maka terjadi pula perkembangan Sumber Daya Manusia yang harus turut mengikuti era baru revolusi sehingga dapat bersaing dalam dunia Global. 

Revolusi 1.0 merupakan Revolusi Industri pertama yang terjadi pada abad ke 18 dengan penemuan mesin uap untuk upaya produktivitas bernilai tinggi. Revolusi 2.0 terjadi pada abad ke 19-20  dengan penemuan penggunaan listrik yang membuat biaya produksi semakin murah. Revolusi 3.0 terjadi pada abad ke 20 dengan penemuan penggunaan komputerisasi untuk mengontrol produksi barang secara digital. Saat ini sedang berlangsung Revolusi 4.0 yaitu abad ke 21 yang ditandai dengan adanya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan yang berpotensi meningkatkan kualitas hidup manusia di dunia maupun di Indonesia.

Pendekatan revolusi industri 4.0 pertama kali disampaikan oleh Klaus Schwab dalam tulisannya The Fourth Industrial Revolution. Konsep ini menjelaskan lahirnya revolusi 4.0 yang ditandai dengan adanya perpaduan teknologi sebagai penyebab biasnya batas antara bidang fisik, digital, dan biologis. (Schwab dalam Lee et al., 2018). Tiga hal tersebut, oleh Schwab diidentifikasi masuk sebagai perubahan megatrends di era revolusi industri 4.0 (Schwab, 2016). 

Seluruh perkembangan dan perubahan dari revolusi ini, berujung pada satu kunci yang sama, yaitu melalui pemanfaatan kekuatan digitalisasi atas informasi. Berangkat dari hal tersebut, konvergensi teknologi yang terjadi melalui pemanfaatan digitalisasi atas informasi, diistilahkan sebagai masa internet of things (IoT). Istilah ini diartikan sebagai hubungan antara berbagai jenis hal seperti produk, layanan, tempat, dan sebagainya dengan orang-orang. Hubungan ini terjadi melalui adanya pemanfaatan teknologi atas informasi yang diakses melalui beragam bentuk platform (Schwab, 2016). 

Era IoT, menjadi salah satu penyebab banyaknya pergeseran dalam situasi sosial masyarakat di berbagai sektor penting dunia. Sektor pariwisata salah satunya. Di sektor pariwisata, era IoT berdampak pada munculnya transformasi digital yang menjadi penyebab lahirnya tren tourism 4.0. Tranformasi digital inilah yang mengubah keseluruhan siklus ekosistem kepariwisataan, termasuk menjadi penyebab bergesernya budaya siber dan visual pada wisatawan.

Dampak pergeseran budaya siber yang terlihat dari transformasi digital pada era tourism 4.0, adalah adanya perubahan proses pengambilan keputusan berwisata pada generasi milenial. Tipikal budaya siber yang berfokus pada fenomena social and networking (Manovich dalam Macek, 2014), menjadikan media sosial memiliki peran yang signifikan sebagai sumber rujukan generasi milenial dalam menentukan tujuan berwisata. Melalui reportnya, Kelly menjelaskan, 85% wisatawan di dunia mengakui bahwa komentar, unggahan foto dan video di platform media sosial mempengaruhi rencana berwisata mereka (Kelly dalam Magill, 2017). Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Gelter Hans, dimana media sosial telah menjadi salah satu global megatrend dalam perkembangan digital yang secara signifikan berdampak pada ekosistem pariwisata dan mempengaruhi proses pengambilan keputusan berwisata (Hans, 2017). 

Generasi milenial, menjadi subjek utama dari pergeseran budaya siber ini. Hal ini disebabkan karena milenial merupakan generasi pertama yang menghabiskan seluruh hidup mereka di lingkungan digital (Bennet, Maton, & Kervin, 2008). Dalam era tourism 4.0, peran generasi milenial menjadi penting, terutama dari sisi penyebaran dan konsumsi informasi di media sosial terkait aktifitas berwisatanya. Pengaruh media sosial terhadap pengambilan keputusan tidak hanya berhenti sampai disini. Dalam skala besar, pergeseran budaya siber, pada akhirnya menyebabkan terjadinya pergeseran budaya visual pada wisatawan. Saat ini wisatawan milenial cenderung untuk berkunjung ke sebuah destinasi yang secara visual menyenangkan. Tujuannya tidak lain adalah untuk dapat mengabadikan moment “selfie“nya. Taking a selfie telah menjadi bagian penting dalam berwisata (Lo and Mckercher, 2015 dalam Magill, 2017). Dari sinilah, muncul konsep pengembangan destinasi digital, dimana sebuah destinasi wisata, sengaja dibuat melalui pendekatan digital dengan konsep selfie spot destination. Dua pengaruh dari munculnya era tourism 4.0 inilah yang menjadikan tulisan ini akan berfokus pada dua bahasan utama. Diantaranya; (1) pergeseran budaya siber di sektor pariwisata Indonesia terkait penggunaan media sosial sebagai tools marketing melalui peran komunitas milenial, dan (2) pergeseran budaya visual wisatawan yang berdampak pada lahirnya destinasi digital di Indonesia.

Era tourism 4.0 merupakan adaptasi dari digitalisasi atas pariwisata yang terjadi sebagai dampak munculnya revolusi industri 4.0. Sektor pariwisata dunia termasuk Indonesia, merespon hal tersebut sebagai konsekwensi dari perubahan ekosistem pariwisata yang semakin mengarah ke digital. Kemenpar selaku stakeholder utama pariwisata Indonesia, berinovasi melalui dua kebijakan. Diantaranya (1) membentuk komunitas milenial untuk mempromosikan pariwisata melalui pendekatan media digital dan (2) mengembangkan destinasi digital, dimana sebuah destinasi dikonsep dengan pendekatan destinasi yang kekinian. Upaya ini telah dilakukan secara sistematis untuk menjangkau pangsa pasar wisatawan milenial sebagai the future tourist. Penetapan target dua kebijakan ini hanya dapat berhasil melalui peran aktif dari stakeholder terkait. Kedua kebijakan ini secara aplikatif telah dilaksanakan. Namun, belum ada langkah substansial untuk mengukur permasalahan yang muncul dari kebijakan tesebut. Hal ini penting dilakukan sebagai bagian dari evaluasi kebijakan. Tersebarnya komunitas dan dikembangkannya destinasi digital diseluruh Indonesia, menjadikan pengidentifikasian masalah perlu dilakukan secara bertahap dan sistematis.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started